Apakah Kemuliaan Allah Akah Hilang ?
Oktober 30, 2009 at 12:00 pm 2 komentar
Baru-baru ini saya dikagetkan dengan sebuah group baru di facebook. Group itu bernama Membongkar Kedok Muhammad SAW, group tersebut tidak hanya menghujat dan memfitnah Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT dengan kata-kata, mereka juga membuat sebuah kartun Nabi Muhammad SAW dengan pose yang tidak lazim.
Sebenarnya saya sudah sering berdiskusi dengan orang-orang seperti mereka itu, dan kali ini saya tidak ingin langsung menjawab tuduhan-tuduhan itu, saya mulai membuat tulisan ini bukan untuk membela Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT. Saya membuat tulisan ini untuk membuka mata hati saudaraku muslim agar tidak terpengaruh oleh provokasi mereka (kafir).
Ditulisan saya kali ini, saya mulai berfikir apakah mereka yang telah menghujat dan memfitnah Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT akan menurunkan kemuliaan dari Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT ? saya rasa tidak, karena tanpa dipermuliakan pun Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT itu sudah mulia, dan ingin dihujat dan difitnah seperti apapun itu tidak akan berpengaruh pada Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT.
Mungkin diantara teman-teman yang membaca tulisan ini ada yang bertanya-tanya dalam hatinya “lalu untuk apa kita memuliakan Nabi Muhammad dan Allah SWT jika hal itu tidak akan menambahkan kemuliannya?”.
Kali ini akan saya coba untuk mengilustrasikan kasus tersebut. Pada suatu perusahaan ada sebuah atasan, lalu kita meninggikannya. Apakah hal tersebut berpengaruh? Tentu tidak, karena dia itu orang yang paling tinggi di perusahaan tersebut, akan tetapi jika kita meninggikannya mungkin sang atasan tersebut akan mulai memandang kita dan mungkin saja kita bisa menjadi bawahan yang ia percayai dan akan memberikan suatu hal pada kita.
Begitu juga dengan Nabi Muhammad dan Allah SWT, kita selama ini shalat, dzikir, berpuasa dan lain-lain, memang kepada Allah, tapi semua itu untuk kepentingan kita semua. Semua itu kita lakukan agar Allah SWT terus memberikan rahmatnya kepada kita, agar kita juga di jaga dari hal-hal buruk yang tidak kita inginkan.
Jadi bagi yang beragama islam bisa mengambil 2 tindakan, yang pertama yaitu meladeninya, dan yang kedua boleh juga anda membiarkannya. Karena mereka nantinya akan mendapatkan balasan langsung dari Allah SWT.
Tapi kalau saya sendiri lebih senang dengan cara yang kedua, karena percuma kita meladeninya. Mereka itu hanyalah orang-orang yang hanya bisa berkata-kata dibelakang punggung saja. Jika kita meladeninya hanya akan membuat emosi dating pada kita dan kita menjadi tidak tenang.
Tapi semuanya kembali pada anda-anda sekalian… saya hanya bisa memberi saran saja, karena semua orang mempunya cara yang berbeda-beda dalam menyikapi suatu masalah.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
KOMENX | Oktober 31, 2009 pada 11:21 am
TO BE A GOOD MUSLEM OR DIE AS SYUHADA….
2.
doni | November 2, 2009 pada 6:09 am
iya,saya setuju dengan apa yang ditulis Utha…dan itu juga menjadi sikap saya… tidak ada yang menghargai ‘cara-cara’ yang ditempuh oleh sekelompok Nasrani itu… Tidak ada yang perlu ‘dianggap’ dari segelintir anak-anak ‘sekolah Minggu’ itu… Orang Islam tidak ada yang terpengaruh, sebab memang tidak membicarakan Islam; membahas asumsi mereka saja terhadap Islam, sedangkan kalau ada yang bergerombol di sana; sesama non Islam, karena memang mereka tidak ingin mendengar Islam dari orang-orang Islam yang paham, tetapi mereka ingin membicarakan dengan sesama mereka… Begitulah, tidak siap mendengar/membaca alangkah dangkalnya agama-agama di luar Islam/dalam hal ini Nasrani…. Dari cara mereka saja, sudah ketahuan, mereka tidak siap menerima kenyataan… akan selalu ada orang-orang seperti itu..